Semakin bertambahnya jumlah kendaraan terutama di kota-kota
besar di Indonesia, praktis kondisi ini membuat lalu lintas semakin
ruwet. Tak jarang, acapkali ruas jalan yang dilalui lengan namun tak
jarang kondisinya berubah dratis menjadi nyaris tak bergerak.
Pastinya,
kondisi lalu lintas yang tidak menentu membuat para pengendara kurang
nyaman selama perjalanan dan berujung stres. Dampaknya? Banyak
pengendara yang emosi dan tergesa-gesa sehingga mengabaikan aspek keselamatan baik untuk diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Berikut ini kiat yang berhasil dihimpun Liputan6.com agar Anda tetap aman dan nyaman ketika berkendara:
1. Tetap tenang
Kondisi
lalu lintas yang tak menentu kerap membuat pengendara tak sabar dengan
emosi yang turut melonjak. Hal ini tentunya dapat memperparah
kesemrawutan lalu lintas karena banyak pengendara yang tak mau mengalah
dan ingin terlebih dahulu sampai tujuan.
Agar emosi tetap
terkontrol dan tidak mudah stres, kunci utamanya adalah tetap tenang.
Saat Anda tenang, tentu anda dapat lebih fokus saat berkendara dan juga
energi tidak terbuang secara percuma untuk melampiaskan emosi yang
tinggi.
2. Tetap fokus
Meskipun kondisi lalu lintas sedang tidak menentu, usahakan agar Anda tetap fokus dan konsentrasi selama berkendara. Saat Anda kurang fokus, berakibat pada respon yang diambil ketika terjadi hal-hal yang tidak terduga menjadi lebih lambat.
Banyak hal sepele yang dapat mengganggu fokus, salah satunya adalah menggunakan telepon selular ketika berkendara.
3. Manfaatkan momentum
Memanfaatkan momentum
dalam hal ini adalah gaya dorong dari kendaraan saat putaran mesin
berkurang. Momentum ini terjadi ketika roda masih berputar namun
pengendara sudah tidak lagi menginjak pedal atau memutar tuas gas.
Dengan
memanfaatkan momentum, Anda tidak perlu membuang BBM secara percuma
karena kendaraan tetap berjalan dengan memanfaatkan sisa-sia tenaga yang
memutar roda.
. Jaga putaran mesin
Saat sedang tergesa-gesa,
para pengendara tentu memacu kendaraan lebih cepat dan pada putaran
mesin yang relatif tinggi. Selain membuat konsumsi BBM lebih boros,
dapat berbahaya karena mobil butuh waktu yang lebih lama untuk
deselerasi ketika terjadi situasi yang tidak terduga.
Alangkah
baiknya jika Anda berkendara dalam putaran mesin yang rendah dengan
rentang ideal antara 1.500 sampai 2.500 rpm. Dampaknya, Anda lebih mudah
mengendalikan mobil ketika ingin deselerasi secara mendadak. Selain
itu, konsumsi BBM tetap terkendali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar