
Pembahasan seputar ban mobil
sangat penting, bisa dikatakan ban mobil ini bagian komponen mobil yang
membutuhkan perhatian tersendiri karena berhubungan dengan safety,
terutama dari sisi perawatan dan pengecekanya. Langsung to the point,
saya akan bahas hal-hal yang memungkinkan ban mobil bisa retak. Dari
pengalaman pribadi dan interaksi dengan penjual ban, didapatkan beberapa
point kesimpulan yang bisa memicu ban retak :
- Tekanan ban tidak ideal. Ini membutuhkan pengecekan secara berkala,
jika ingin lebih mantab dan sewaktu waktu cek, beli pengecek tekanan
sendiri. Dan perhatikan standar tekanan tiap mobil, khusus mobil Suzuki
esteem standar tekanan tekanan banya 2,2 kgf/cm² sama dengan 3,2 psi,
berlaku untuk depan dan belakang.

- Mobil parkir di outdoor/ di luar ruangan, memungkinkan ban kepanasan dan kehujanan. Bisa memicu kerusakan ban juga.
- Ban mobil jarang dibersihkan dan dicuci, jika terkena lumpur, oli dan kotoran lainya membuat tidak awet.
- Ban sudah kadaluarsa. Cek sendiri kode ban, sepertinya tiap merek
memiliki kesamaan kode umur ban. Disiplinlah dan mengecek masa
kadaluwarsa, jika tidak mampu tanyakan ke penjual ban untuk lihat kode minggu keberapa dan tahun berapa pembuatanya.
Ban yang baik setahu saya walaupun pola ban mulai habis, tidak mudah
retak. Tapi jika ingin aman, pemakaian 2-3 tahun ganti, atau lebih cepat
dari itu jika medan cepat merusak ban. Apalagi sering jarak jauh agar
tidak kebanan/ban trouble di jalan (red- istilah jawa).

- Frekwensi pemakain dan medan yang berbeda.
- Merek dan kasta ban memiliki daya tahan terhadap retak yang berbeda-beda. Untuk yang satu ini, point ke enam ini sekaligus point pertanyaan. kode tahun pembuatan ban 1012 (artinya minggu ke 10, 12 menunjukkan tahun 2012)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar