Showroom Dealer Mitsubishi Melayani Penjualan di Seluruh Area Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Bekasi, Kalimalang, Cikarang, Depok, Cinere, Cibinong, Cikeas, Cibubur, Cimanggis, Bogor, Fatmawati, Mampang, Sunter, Pondok Indah, Ciputat, Bintaro, Serpong, BSD, Alam Sutera dan Karawaci | JUAL All Tipe : ALL NEW PAJERO EXCEED, ALL NEW PAJERO SPORT DAKAR , OUTLANDER SPORT ,DELICA ,NEW MIRAGE . Information dan Pemesanan Silahkan Hub : DANNY ( Call/Sms : 0813 7198 7198 / 0878 8337 8338 / WA 0812 8666 9663 ( D0A0445A ) Melayani Penjualan,service dan suku cadang mitsubishi Wilayah JABODETABEK dan Luar Kota ( INDONESIA )

16 Februari 2015

penyebab pedal mobil keras atau berat

Kopling merupakan komponen dalam sebuah kendaraan yang berfungsi untuk memutus dan menghubungkan putaran dari mesin ke trasmisi. Bagi pengguna matic, mungkin tidak terlalu dipusingkan ketika sedang dalam berada dalam kemacetan. Tapi bagi pengguna transmisi otomatis mungkin akan cukup menjengkelkan ketika sedang berada di kemacetan apalagi ditambah pedal kopling yang keras. Pada bagian lutut dan pergelangan kaki mungkin akan terasa pegal ketika peda koling terasa keras atau berat.
Pedal Kopling Mobil Keras atau Berat? Ketahui Penyebabnya
Pedal Kopling Mobil

Kondisi pedal kopling yang keras ini sebenarnya dipengarui oleh beberapa hal, namun sebagian besar dikarenakan kurangnya perawatan serta perilaku dalam mengemudi. Cara mengemudi yang baik sebenarnya jangan meletakan kaki diatas pedal kopling karena akan mempercepat keausan pada pelat kopling. Keausan pada pelat kopling bisa menyebabkan pedal kopling terasa keras saat di injak. Selain itu ada beberapa hal lainya yang menyebabkan pedal kopling keras diantaranya:

Penyebab Pedal Kopling Mobil Keras:

1. Free Play terlalu kecil

Setelan kopling yang baik adalah saat pedal kopling ditekan full, gigi transmisi bisa dipindah dengan halus. Saat pedal kopling diangkat sebelum 50 % maka mobil sudah bisa bergeral. Jika free play atau gerak bebas terlalu kecil maka jarak tekan menjadi besar sehingga pengemudi cenderung merasakan berat atau keras saat pedal kopling diinjak.

2. Pegas Kopling sudah uzur

Baik pegas koil maupun pegas diafragma yang ada di kopling jika, kondisinya sudah jelek maka tentu akan mengakibatkan pedal kopling menjadi keras. Solusinya ya harus ganti yang baru, untuk pegas diafragma atau yang juga disebut matahari kopling harganya berkisar Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu.

3. Release Bearing Kotor

Jika terdapat kotoran pada release bearing maka akan mengganggu pergerakanya. Solusinya bisa dengan menyemprotkan cairan anti karat secukupnya. Dengan begitu pergerakan release bearing akan lancar sehingga peda kopling akan ringan kembali.

Demikianlah yang bisa saya sampaikan mengenai penyebab pedal kopling pada mobil terasa keras atau berat. Semoga informasi ini bisa membantu anda yang mengalami kejadian seperti ini. Nah agar kopling bekerja secara optimal lakukan juga perawatan kopling mobil.

Cara mengemudi mobil di Jalan Tanjakan

Mengemudi mobil pada jalan menanjak sering ditakuti oleh beberapa orang yang baru dalam tahap belajar mengemudikan mobil. Yah hal ini cukup beralasan karena jika terjadi sesuatu saat berada di tengah-tengah tanjakan bisa saja mobil mbalik ke belakang. Kecelakaan mungkin menjadi suatu yang tidak bisa dihindari jika anda belum mempunyai teknik mengemudi pada jalan tanjakan. Apalagi kondisi jalan cukup terjal dan disertai lalu-lintas yang ramai. Tanpa disertai skil yang cukup maka ada dua kemungkinan anda menabrak kendaraan yang ada didepan atau balik ke belakang. Untuk itu disini saya sedikit memberikan tips dan juga cara mengemudi mobil pada jalan yang menanjak.
cara mengemudi mobil di Jalan Tanjakan


Tips Mengemudi Mobil Di Jalan Tanjakan

  1. Perhatikan kemiringan dari tanjakan tersebut. Jika tanjakan tidak begitu curam anda masih bisa menggunakan gigi 2 atau gigi 3. Namun tanjakan terlalu tajam gunakanlah gigi 1.
  2. Jika dalam perjalanan anda diharuskan untuk berhenti, maka ada 3 cara berhenti pada jalan yang menanjak. Ketiga cara tersebut adalah mengerem menggunakan hand rem, mengerem menggunakan rem kaki, dan berhenti menggunakan setengah kopling. 
  3. Cara yang pertama yakni menggunakan hand rem, dilakukan pada saat anda akan berhenti dalam waktu yang lama. Tariklah terlebih dahulu handle rem tangan baru kemudian pindah gigi transmisi pada posisi netral. Ketika akan mulai berjalan pindahkan terlebih dahulu gigi transmisi ke gigi 1, tekan pedal gas dan lepaskan kopling secara perlahan baru lepaskan handle rem.
  4. Cara yang kedua dalam mengemudi mobil pada jalan tanjakan yakni menggunakan rem kaki dilakukan pada saat mobil akan berhenti dalam waktu yang tidak lama. Caranya dengan menekan secara perlahan pedal koping disertai menekan pedal rem. Jika mobil akan berjalan lagi lepaskan pedal rem dan injaklah pedal gas disertai perlahan-lahan disertai melepas pedal kopling..
  5. Yang terakhir berhenti dengan setengah kopling digunakan saat anda hanya berhenti dalam waktu yang sangat singkat. Caranya adalah dengan mengkombinasikan antara pedal gas dan pedal koping.
Bagi anda yang belum mahir dalam mengemudi sebaiknya melatih diri dengan melakukan cara-cara diatas. Dengan demikian anda akan mendapatkan feel serta pengalaman yang cukup, sehingga resiko kecelakaan pada jalan yang menanjak dapat berkurang.