Showroom Dealer Mitsubishi Melayani Penjualan di Seluruh Area Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Bekasi, Kalimalang, Cikarang, Depok, Cinere, Cibinong, Cikeas, Cibubur, Cimanggis, Bogor, Fatmawati, Mampang, Sunter, Pondok Indah, Ciputat, Bintaro, Serpong, BSD, Alam Sutera dan Karawaci | JUAL All Tipe : ALL NEW PAJERO EXCEED, ALL NEW PAJERO SPORT DAKAR , OUTLANDER SPORT ,DELICA ,NEW MIRAGE . Information dan Pemesanan Silahkan Hub : DANNY ( Call/Sms : 0813 7198 7198 / 0878 8337 8338 / WA 0812 8666 9663 ( D0A0445A ) Melayani Penjualan,service dan suku cadang mitsubishi Wilayah JABODETABEK dan Luar Kota ( INDONESIA )

17 Maret 2015

Lokasi rentan air masuk kabin

Jangan heran bila tiba-tiba kabin mobil Anda basah dan berbau udara lembab. Apalagi, musim hujan diperkirakan masih cukup lama berlangsung. Untuk mobil-mobil yang berusia di atas lima tahun, potensi air "menyusup" semakin besar, apalagi jarang melakukan perawatan bodi dan kerap menerjang banjir.

Selain harus segera dikeringkan agar tak semakin menimbulkan bau apek, Anda juga wajib mencari tahu sumber masuknya air. ”Sebenarnya sulit, dan untung-untungan juga. kadang mobil yang sudah dirawat tetap aja ada air masuk.

Berikut urutan pengecekan yang harus dilakukan jika terjadi kebocoran air pada kabin:

1. Pehatikan karpet. Jika rembesan air ada pada lapisan bawah kabin, bisa jadi bodi bawah mobil sudah berkarat dan menimbulkan lubang. Buka karpet mobil atau lapisan dasar dan jika ditemukan lubang yang berkarat, segera perbaiki.

2. Karet pintu. Sering juga disebut sebagai karet balon karena bentuknya yang menggelembung. Kebocoran paling sering ditemukan pada karet pintu bagian bawah ujung atau yang menempel pada bodi depan. Karet yang sudah getas (tidak lagi elastis) membuat air bertekanan tinggi atau banjir bisa merembes ke dalam.

3. Yang juga menjadi bagian dari karet adalah ”pelipit”, posisinya melintang di kaca samping mobil. Kadang tidak getas juga bisa bikin air masuk kalau memasangnya salah.

4. Karet kaca atau disebut karet channel. Ada di semua bagian kaca. Jika bocor di sini, sepintas tidak terlihat kerusakan, tapi dipastikan ada celah kecil yang membuat air merembes. Jika mendera karet depan dan belakang, kaca harus dilepas untuk menggantinya.

5. Lubang-lubang udara bodi. Biasanya terdapat di balik bumper. Fungsinya untuk jalur keluar masuk angin saat pintu atau bagasi ditutup. Kendati demikian, biasanya ada plastik penutupnya. Cek, apakah plastik penutup itu masih dalam kondisi baik atau masih terpasang dengan benar. Agak sulit mengeceknya, harus ke tukang bodi.

Cara mengerem disaat hujan lebat



Musim hujan belum berlalu, bahaya di jalan karena genangan air bahkan banjir masih menghantui para pengendara mobil. Ketika harus menghadapi di jalanan, banyak trik yang harus dipahami, salah satu yang krusial adalah melakukan pengereman.

Produsen ban merek Goodyear di Eropa merilis beberapa poin teknik untuk melakukan pengereman di jalanan basah. Tentu, untuk menghentikan laju mobil dengan aman tak cukup dengan kondisi ban yang masih bagus, ada teknik khusus yang harus diketahui. Berikut triknya:

1. Rem tromol. Jika mobil Anda masih menggunakan jenis penghenti laju ini, melajulah dengan kecepatan wajar. Tidak juga terlalu pelan (karena bahaya dengan mobil di belakang) dan tidak terlalu kencang. Teromol dan sepatu rem jika basah kinerjanya menurun, apalagi yang sudah aus, kemungkinan ”ngeloyor” saat direm cukup besar. Belum lagi kampas yang berpotensi lengket karena lapisan asbes yang mengembang jika terkena air.

Untuk mengeringkan, injak pedal rem secara berkala dengan tekanan agak ringan agar tromol lebih cepat kering. Langkah ini juga bisa dilakukan setelah berjalan melalui genangan air untuk menjaganya tetap kering.

2. Tergelincir/selip. Kejadian ini bisa terjadi pada siapa saja meskipun sudah berhati-hati. Jika mengalami hal ini, jangan panik dan menginjak rem dengan kuat, karena rem akan mengunci (jika tidak ada ABS) dan mobil semakin sulit dikendalikan. Lakukan pengereman dengan tekanan yang wajar, sambil setir dikendalikan agar kembali ke jalur.

3. AquaplanningMobil benar-benar melaju di atas air, tidak kontak dengan aspal alias tidak mendapat traksi sama sekali. Hal ini butuh ban yang benar-benar nge-grip, jika tidak memenuhi spesifikasi itu, usahakan melaju pada jalur yang ditinggalkan mobil di depan Anda.
Jika masih merasa air mengendalikan laju mobil Anda, ingat, jangan menginjak rem dulu. Lepas peda gas, dan rasakan ban mulai mendapat traksi kembali. Jika memang butuh rem, lakukan dengan pelan atau ”mengocok” (menginjak pedal rem berkali-kali) tidak terlalu keras. Jika mobil Anda ber-ABS, lakukan pengereman secara normal, komputer akan melakukan penekanan sesuai kebutuhan.

 4. Blong. Jika tiba-tiba di jalan basah rem mobil Anda tidak pakem, atau blong, padahal butuh segera berhenti, lakukan langkah ”pengocokan” sesegera mungkin. Jika masih belum berhenti, kurangi gigi perseneling perlahan jika mobil Anda bertransmisi manual. Gunakan rem tangan dengan perlahan, jangan langsung ditarik penuh agar tak terpelanting.

Tips Berkendara Aman Saat Kondisi Jalan Berkabut

Cuaca buruk di berbagai wilayah Indonesia diperkirakan masih belum berakhir. Nah, buat pengendara yang tinggal di dataran tinggi atau kerap ditutupi asap atau kabut mesti ekstra hati-hati. Pasalnya hal tersebut bisa memperpendek atau bahkan menutupi jarak pandang pengendara. Jalan terbaik, kurangi kecepatan dan mengubah gaya berkendara untuk menghindari kecelakaan.
Motorbeam merangkum beberapa tips aman berkendara saat cuaca berkabut:

1. Rencanakan rute perjalananAda baiknya mengamati seksama peta tujuan sebelum melakukan perjalanan ke daerah dataran tinggi. Sistem GPS sangat membantu mencari jalan alternatif bila dibutuhkan. Tetap pantau prakiraan cuaca sebelum memulai perjalanan.2. Gunakan lampu kabutKebanyakan pabrikan kini sudah menyematkan lampu kabut sebagai perlengkapan standar mobil, namun bila belum ada, bisa dipasangkan produk tambahan. Fungsinya menerangi jalan yang berada paling dekat dengan mobil. Sebaiknya jangan menggunakan lampu jauh sebab bisa mengganggu kendaraan dari arah berlawanan.Warna lampu kabut yang baik untuk membantu penglihatan adalah kuning. Cahaya putih bisa mempersulit pandangan sebab sinar cenderung memantul.3. Aktifkan pemanas kacaUap air bisa menempel di kaca karena perbedaan suhu di dalam dan luar kabin. Akibatnya pandangan kabur. Sistem pemanas dan penyapu kaca bisa membantu menghilangkannya.
4. Jaga jarak 5 detik dari mobil lainSelalu menjaga jarak 5 detik dari mobil lain yang berada di depan. Tujuannya, memberi waktu saat pengereman mendadak, 5 detik dianggap waktu yang cukup merespon kejadian yang tidak terduga. Hindari juga gerakan tiba-tiba saat berkendara di cuaca kabut.
5. Jaga kecepatan konstanKabut bisa menutupi permukaan jalan, disarankan  pengemudi tetap mempertahankan mobil dengan kecepatan tidak terlalu kencang dan konstan, biasanya 30-40 kpj. Hindari menyusul kendaraan lain bila tidak diperlukan. Usahakan tetap berkendara dalam satu jalur. Gunakan garis pembatas lajur sebagai petunjuk.

6. Hindari parkir saat kabutJika harus berhenti, carilah tempat parkir yang jauh dari ruas jalan. Lebih baik tidak berhenti sama sekali sebab ada kemungkinan tertabrak dari belakang.7. Tetap fokusBerkendara dalam kabut butuh banyak konsentrasi. Fokus tidak hanya untuk pengendara tapi juga penumpang. Kecilkan volume sistem audio agar bisa lebih waspada.

8. Jangan berkendara bila memungkinkanBerkendara dalam kabut bisa jadi sangat beresiko. Apabila visibilitas terasa sangat terganggu lebih baik tidak melakukan perjalanan, terutama saat malam hari.