Showroom Dealer Mitsubishi Melayani Penjualan di Seluruh Area Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Bekasi, Kalimalang, Cikarang, Depok, Cinere, Cibinong, Cikeas, Cibubur, Cimanggis, Bogor, Fatmawati, Mampang, Sunter, Pondok Indah, Ciputat, Bintaro, Serpong, BSD, Alam Sutera dan Karawaci | JUAL All Tipe : ALL NEW PAJERO EXCEED, ALL NEW PAJERO SPORT DAKAR , OUTLANDER SPORT ,DELICA ,NEW MIRAGE . Information dan Pemesanan Silahkan Hub : DANNY ( Call/Sms : 0813 7198 7198 / 0878 8337 8338 / WA 0812 8666 9663 ( D0A0445A ) Melayani Penjualan,service dan suku cadang mitsubishi Wilayah JABODETABEK dan Luar Kota ( INDONESIA )

10 Agustus 2015

Pengertian dan Fungsi Timing Belt

Pengertian Timing Belt
Bagi para pengguna mobil mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah Timing Belt. Hampir sebagian besar saat ini sudah menggunakan timing belt dibandingkan timing chain/rantai timing. Sekarang mari kita mengenal lebih dalam fungsi timing belt dan pengaruhnya apabila timing belt putus di tengah pemakaian.
Timing Belt Mobil
Sejarah Timing Belt
Pada awalnya kendaraan menggunakan rantai timing sebagai penggerak noken as mereka. Memang umur rantai timing jauh lebih lama, yaitu sekitar 200.000 km atau lebih daripada timing belt yang hanya berumur 40.000 -60.000Km. Tetapi kelemahan rantai timing adalah bunyinya yang cenderung kasar dan butuh perawatan yang cukup repot seperti melumasi rantai timing setiap 30.000km. Belum lagi mobil yang menggunakan rantai timing biasanya berbahaya untuk dipakai untuk kecepatan tinggi.
Timing chain
Charles Gates dan John Gates adalah pencetus ide pertama kali untuk menggunakan timing belt dari bahan rubber sebagai pengganti rantai timing mobil.
Fungsi Timing Belt
Adapun fungsi timing belt adalah untuk memutar camshaft (atau disebut noken as) yang berperan untuk membuka dan menutup valve (klep) pada ruang pembakaran dengan tepat timingnya.
Dan secara fungsi ada 2 macam klep yaitu, klep intake yang berfungsi untuk jalur masuk oksigen dan bahan bakar (bensin) ke dalam ruang pembakaran dan satu lagi adalah klep exhaust yang berfungsi untuk membuang sisa pembakaran. Kedua klep tersebut digerakan oleh noken as yang berputar, dan tugas timing belt adalah untuk memutar noken as tersebut.
Akibat Timing Belt Putus
Sekarang mari kita bayangkan jika timing belt pada mesin putus di saat mesin sedang bekerja, karena pembakaran bekerja dengan cepat, proses buka tutup klep pun berjalan sangat cepat, jadi kemungkinan besar saat timing belt putus kondisi klep sedang terbuka (menjorok masuk ke dalam ruang pembakaran). Akibatnya, piston pembakaran akan menabrak klep yang sedang terbuka tersebut. Akibatnya jelas sangat fatal, klep dan kepala piston yang beradu tersebut akan hancur.
Jika hal ini sampai terjadi (timing belt putus), maka mobil akan mati total. Kalaupun mesin dipaksa untuk dihidupkan, maka akan mengakibatkan kerusakan yang lebih parah pada piston dan klep. Untuk memperbaikinya mesin harus dibongkar (turun mesin) piston dan klep kemungkinan besar harus diganti, dan jelas bukan masalah kecil karena posisi mereka ada didalam silinder pembakaran. Harganya-pun relatif mahal untuk turun mesin.
Timing belt mempunyai umur pakai selama 40.000 – 60.000 km. Timing belt sendiri letaknya tertutup sehingga tidak dapat dilihat kasat mata dan tidak memiliki ciri-ciri apakah sudah dalam kondisi perlu penggantian part atau belum. Dan yang perlu diingat, Timing Belt itu tidak sama dengan Fan Belt (tali kipas) yang dapat dilihat dengan mudah oleh mata kita. Timing belt hanya menggandalkan record / catatan yang biasa ditulis tangan dan ditempel di cylinder head.
Jadi sangat dianjurkan agar teman-teman sekalian, jangan sampai telat mengganti timing belt sehingga menyebabkan resiko turun mesin yang dapat mencapai angka jutaan rupiah. Dan sebagai saran tambahan, apabila ingin mengganti timing belt, sudah sewajarnya tensioner pada timing belt ikut diganti pula.
Tips Mencegah Timing Belt Putus
Pertama, perhatikan masa pakai timing belt dan gantilah secara berkala sesuai yang direkomendasikan pabrikan. Untuk mobil-mobil dengan bahan bakar bensin, penggantian bisa dilakukan setiap 40.000 sampai 60.000 km. Sementara untuk diesel, biasanya bisa dilakukan setiap 100.000 km. Bila mobil sering mengalami kemacetan dan membawa beban berat, sebaiknya waktu penggantian dilakukan lebih cepat dari angka-angka km yang disebutkan di atas.
Penggantian rutin timing belt pada bengkel resmi akan lebih baik. Kelebihan lain bila melakukan penggantian timing belt di bengkel resmi adalah karena pemasangan timing belt harus sesuai standar jadi tidak boleh sembarangan.
Kedua, perhatian khusus terhadap timing belt juga dapat kita lakukan dengan memeriksa ada tidaknya kebocoran oli mesin pada seal oli yang terdapat di crankshaft atau camshatf. Sebab, bila oli bocor dan mengenai timing belt, maka akan mempercepat getasnya komponen ini sehingga mudah putus lebih cepat.

DAFTAR HARGA TERBARU 2015


Delica

TIPE KENDARAAN

ON THE ROAD

Delica D5

Rp.419.000.000

Pengertian penggerak roda kendaraan

Dalam kendaraan mobil kita pasti menggenal dengan sistem penggerak roda....
Sistem peggerak roda tersebut di bagi menjadi 4 bagian yaitu antara lain : 

      
FR ( Front engine Rear drive)
Yaitu di mana mesin berada di depan dan penggerak roda ada di belakang.
sistem ini di gunakan untuk mobil dengan beban tinggi / beban angkut yang besar....


FF ( Front engine Front drive)       
Yang di maksud dengan FF yaitu mesin berada di depan dan penggerak roda berada di depan.
pada sistem ini tidak menggunkan poros propeller / poros shaft, biasanya paling banyak di gunakan untuk mobil dengan kecepatan tinggi.

RR ( Rear engine rear drive )       RR sama dengan FF, namun bedanya letak mesin dan letak penggeraknya rodanya ada di belakang....


4WD ( Four Wheel Drive )      
 Tipe Drive Train untuk mobil dalam segala medan seperti Mitsubishi Pajero 4x4, mesin dihubungkan dengan differential tengah (transfer case) yang membagi tenaga ke roda belakang dan roda depan. Karena pada saat menggunakan Drive Train 4 roda, penggunaan energi lebih tinggi, biasanya penggerak 4 roda hanya digunakan pada saat dibutuhkan saja, dengan mengaktipkan melalui tombol atau tuas tertentu.

INVECS III dan CVT

Transmisi INVECS III dan CVT


INVECS adalah kependekan dari Intelligent & Innovative Vehicle Electronic Control System, sedangkan CVT adalah Continuously Variable Transmission.
Sesuai namanya, INVECS merupakan sistem pintar yang secara otomatis memilih gear ratio yang optimal berdasarkan kondisi jalan. sehingga memudahkan pengendara untuk mengemudi. Dan teknologi ini juga menggunakan semacam memori untuk menyimpan dan menyesuaikan gaya mengemudi si pengendara tersebut.
Sistem pandai ini terhubung dengan CVT yang mendukung efisiensi kinerja mesin. Dan seperti transmisi otomatis konvensional, tidak ada hentakan saat memindahkan gigi. Setiap kali pedal gas ditekan, maka akselerasi akan terjadi secara halus.
Torsinya pun akan tertata, terutama jika pengendara menginjak pedal gas dengan tidak teratur (di mobil lain, maka yang terjadi adalah tersendat-sendat layaknya baru belajar mobil bertransmisi manual). Sementara itu, sistem ini juga terintegrasi dengan hillstart, yang akan menjadi teman bagi mereka yang kerap khawatir saat berkendara di jalan menanjak.

Perbandingan mesin DOHC vs Mesin SOHC



                SOHC                                             DOHC
Perbandingan Mesin DOHC vs SOHC. Dahulu mobil hanya menggunakan mesin berteknologi OHV (Overhead Valve) yang pada saat itu letak dari camshaft terdapat di bawah katup. Banyak yang beranggapan kalau teknologi ini kurang efisien dan dianggap punya banyak kelemahan, untuk itulah diciptakan teknologi baru yang bernama SOHC (Single Overhead Camshaft) dengan posisi camshaft yang semula berada dibawah dipindahkan ke atas katup. Terasa belum puas dengan teknologi SOHC lalu berkembanglah teknologi tersebut menjadi DOHC (Double Overhead Camshaft), teknologi ini memiliki dua camshaft yang masing- masing memiliki gear tersendiri dan langsung terhubung dengan puli kruk-as.
Mobil baru saat ini banyak yang sudah menggunakan teknologi DOHC maupun SOHC, bahkan ada mobil yang menggunakan kedua teknologi sekaligus dalam satu kendaraan. Lalu teknologi mana yang lebih unggul dan apa saja kelebihan dan kekurangan antara keduanya? Meskipun SOHC menggunakan Overhead Camshaft single bukan berarti teknologinya kalah dengan milik DOHC.
Berikut adalah perbedaan Teknologi SOHC dan DOHC :
1. SOHC memiliki dimensi yang lebih ringan serta mesinnya pun lebih efisien dibandingkan milik DOHC, sedangkan teknologi DOHC lebih bertenaga dan kuat, namun dengan kemajuan teknologi saat ini DOHC juga sanggup mengimbangi efisiensi dari SOHC.
2. Pada penggerak klep SOHC menggunakan rocker arm atau pelatuk sedangkan pada DOHC langsung menekan cincin dan selanjutnya per klep.
3. Mesin SOHC memiliki tampilan yang lebih ramping dibandingkan milik DOHC, dengan bentuknya yang kecil sehingga tidak memakan ruang yang lebih banyak. Keunggulan lain dari teknologi SOHC adalah penggunaan bahan bakarnya yang lebih efisien dan lebih hemat, itu disebabkan karena penggunaan camshaft yang hanya satu. Sedangkan keunggulan pada teknologi DOHC adalah mampu menghasilkan tenaga yang lebih besar sehingga dapat berakselerasi lebih baik dibandingkan milik SOHC.
Itulah perbedaan mesin mobil yang berteknologi SOHC dan DOHC, semoga membantu anda yang sedang bingung menentukan mobil terbaru yang paling cocok!
Sumber : otonity.com

Airbag dan fungsinya

Airbag/Supplemental Restraint System (SRS) adalah fitur keamanan yang dipasang dimobil, yang berfungsi untuk melindungi kita jika terjadi kecelakaan frontal. Penggunaan Aibag dapat membantu melindungi daerah kepala, leher, dan dada.


Airbag biasanya dipasang oleh pembuat kendaraan, untuk keselamatan pengemudi dan penumpang. Biasanya Airbag keluar dari stir/kemudi dan dashboard mobil. Ketika kepala anda mengenai Airbag, Airbag tersebut mulai mengempis secara perlahan. Akan tetapi, Airbag terbukti kurang efektif jika Anda tidak menggunakan sabuk pengaman (Seat Belt). Karena jumlah kecelakaan yang terus bertambah, banyak negara memberlakukan aturan wajib menggunakan sabuk pengaman (termasuk indonesia), yang dikatakakn efektif mengurangi jumlah korban yang disebabkan kecelakaan lalu lintas. Namun, desain Airbag yang terbaru dipercaya dapat melindungi anda, meskipun anda ridak menggunakan seat belt.
Banyak orang salah paham, bahwa Airbag berfungsi untuk menghentikan tubuh kita terlempar ke depan setelah tabrakan. Airbag sebenarnya dimaksudkan untuk melindungi kepala pengemudi, serta menghentikan kepala agar tidak terbentur stir/kemudi. Yang dapat menghentikan tubuh kita terlempar ke depan setelah tabrakan adalah Seat Belt
Fungsi Airbag
Meredam energi kinetik penumpangMelindungi penumpang dari penturan interior trimMelindungi penumpang dari pecahan kaca mobilMengurangi tertekuknya leher, efek dari terbenturnya kepala ke stir mobil
Persentase Resiko Kecelakaan Frontal (Data yang dikeluarkan oleh NHTSA,1999)
Bila hanya menggunakan Sabuk pengaman (Seat Belt) : Tingkat berkurangnya resiko kecelakaan adalah 45%Bila hanya mengguanakan Airbag (SRS) ; Tingkat berkurangnya resiko kecelakaan adalah 14%Bila menggunakan Sabuk pengaman (Seat Belt) dan Airbag (SRS) : Tingkat berkurangnya resiko kecelakaan adalah 50%Sistem Kerja Airbag (SRS)
Ketika sensor mendeteksi tabrakan, sensor tersebut akan mengirim sinyal ke modul kontrol yang kemudian mengeluarkan Airbag
 

 Ada berbagai jenis sensor tabrakan yang dapat digunakan, seperti sensor yang ditempatkan di bagian depan mobil (daerah tabrakan), serta accelerometer yang ditempatkan didalam modul kontrol. Accelorometer itu mengukur kecepatan dan keparahan tabrakan. Ada juga sensor yang ditempatkan dipintu untuk Airbag samping
Airbag yang dipasang didalam dashboard atau setir mobil, hanya dapat digunakan jika terjadi tabrakan dibagian depan mobil. Demikian pula berlaku untuk Airbag yang dipasang dibagian samping mobil. Airbag akan keluar jika terjadi tabrakan dibagian kanan dan juga sebaliknya.
Module control atau "Otak Airbag" adalah komputer kecil yang menerima dan kecelakaan dari berbagai sensor berbeda, lalu memutuskan airbag mana yang akan digunakan. Modul tidak dapat mengeluarkan Airbag Jika hanya menerima satu sinyal, modul perlu dua atau lebih sinyal dari sensor-sensor untuk menggunakan Airbag
Sinyal kedua diberikan oleh Arming sensoryang terletak didalam mobil, yang mendeteksi penurunan kecepatan secara tiba-tiba. Ketika kontrol module sudah yakin bahwa terjadi tabrakan parah, module itu akan mengirimkan sinyal ke Squib Inflater, dikenal juga sebagaiigniter, yang merupakan perangkat listrik yang memiliki kabel jembatan tipis.
Drngan mengalirnya listrik melalui kabel tersebut, kabel itu jadi panas, yang kemudian membakar propelan Airbag yang terbuat dari Natrium Azida. Natrium Azida adalah bahan bakar yang cepat terbakar dan menghasilkan gas Nitrogen. Gas Nitrogen itu kemudian mengalir melalui filter dan mengisi Airbag yang ternuat dari Nilon.


Setelah kepala Anda membentur Airbag yang terisi Nitrogen. Airbag mulai mengempis dengan mengeluarkan gas memalui lubang-lubang kecil. Awan asap yang memenuhi kendaraan sebenarnya adalah tepung jagung atau bedak talkum (talcum powder), yang digunakan untuk memncegah Airbag lengket (menempel), ketika terlipat didalam.
Nitrogen yang dikeluarkan melalui lubang-lubang kecil itu tidak berbahaya (Nitrogen sebenarnya merupakan 78% dari udara yang kita hirup). Anda hanya perlu membuka pintu atau jendela agar gas dan asap dapat keluar.
Sistem Airbag samping berbeda dengan sistem Airbag yang ada didepan. Airbag samping menggunakan gas simpanan yang terdiri atas silinder terisi 3000-4000 Psi gas Argon terkompresi (Compressed Argon Gas)
Kontrol modul memberi sinya ke igniter, yang melelehkan bladder kecil didalam silinder tersebut. Gas Argon kemudian mengisi Airbag. Sama seperti Nitrogen, Argon juga tidak berbahaya .
Jika anda berencana membeli mobil, pastikan mobil tersebut sudah memiliki sistem Airbag. Menggunakan Airbag dan Seat Belt dapat mengurangi kemungkinan mengalami cedera ketika terjadi kecelakaan.